Tugas Sejarah Pers Nasional dan Dunia
Nama : Tifanny Prameswati
Tugas Sejarah Pers Nasional dan Dunia
Pengertian
Pers
Pers
berarti cetak dan secara maknawiah berarti penyiaran secara tercetak atau
publikasi secara dicetak. Pers adalah kegiatan yang berhubungan dengan media
dan masyarkat luas. Kegiatan tersebut mengacu pada kegiatan jurnalistik yang
sifatnya mencari, menggali, mengumpulkan, mengolah materi, dan menerbitkanya
berdasarkan sumber-sumber yang terpercaya dan valid.
Sejarah Pers di
Indonesia
• Sejarah Pers Kolonial
Pers Kolonial adalah pers yang diusahakan oleh orang-orang Belanda di Indonesia pada masa kolonial/penjajahan. Pers kolonial meliputi surat kabar, majalah, dan koran berbahasa Belanda, daerah atau Indonesia yang bertujuan membela kepentingan kaum kolonialis Belanda.
• Sejarah Pers Kolonial
Pers Kolonial adalah pers yang diusahakan oleh orang-orang Belanda di Indonesia pada masa kolonial/penjajahan. Pers kolonial meliputi surat kabar, majalah, dan koran berbahasa Belanda, daerah atau Indonesia yang bertujuan membela kepentingan kaum kolonialis Belanda.
• Sejarah
Pers China
Pers Cina adalah pers yang diusahakan oleh orang-orang Cina di Indonesia. Pers Cina meliputi koran-koran, majalah dalam bahasa Cina, Indonesia atau Belanda yang diterbitkan oleh golongan penduduk keturunan Cina.
Pers Cina adalah pers yang diusahakan oleh orang-orang Cina di Indonesia. Pers Cina meliputi koran-koran, majalah dalam bahasa Cina, Indonesia atau Belanda yang diterbitkan oleh golongan penduduk keturunan Cina.
•
Sejarah
Pers Nasional
Pers Nasional adalah pers yang diusahakan oleh orang-orang Indonesia terutama orang-orang pergerakan dan diperuntukkan bagi orang Indonesia. Pers ini bertujuan memperjuangkan hak-hak bangsa Indonesia di masa penjajahan. Tirtohadisorejo atau Raden Djokomono, pendiri surat kabar mingguan Medan Priyayi yang sejak 1910 berkembang menjadi harian, dianggap sebagai tokoh pemrakarsa pers Nasional
Pers Nasional adalah pers yang diusahakan oleh orang-orang Indonesia terutama orang-orang pergerakan dan diperuntukkan bagi orang Indonesia. Pers ini bertujuan memperjuangkan hak-hak bangsa Indonesia di masa penjajahan. Tirtohadisorejo atau Raden Djokomono, pendiri surat kabar mingguan Medan Priyayi yang sejak 1910 berkembang menjadi harian, dianggap sebagai tokoh pemrakarsa pers Nasional
Perkembangan Pers
Nasional
• Pers pada masa Penjajahan Belanda dan Jepang
1. Zaman Belanda
• Pers pada masa Penjajahan Belanda dan Jepang
1. Zaman Belanda
Pada tahun 1885 di seluruh daerah yang dikuasai Belanda terdapat
16 surat kabar berbahasa Belanda, dan 12 surat kabar berbahasa melayu
diantaranya adalah Bintang Barat, Hindia-Nederland, Dinihari, Bintang Djohar,
Selompret Melayudan Tjahaja Moelia, Pemberitaan Bahroe (Surabaya) dan Surat
kabar berbahasa jawa Bromartani yang terbit di Solo
2. Zaman Jepang
Ketika Jepang datang ke Indonesia, surat kabar-surat kabar yang ada di Indonesia diambil alih pelan-pelan. Beberapa surat kabar disatukan dengan alasan menghemat alat- alat tenaga. Tujuan sebenarnya adalah agar pemerintah Jepang dapat memperketat pengawasan terhadap isi surat kabar. Kantor berita Antara pun diambil alih dan diteruskan oleh kantor berita Yashima dan selanjutnya berada dibawah pusat pemberitaan Jepang, yakni Domei.
Ketika Jepang datang ke Indonesia, surat kabar-surat kabar yang ada di Indonesia diambil alih pelan-pelan. Beberapa surat kabar disatukan dengan alasan menghemat alat- alat tenaga. Tujuan sebenarnya adalah agar pemerintah Jepang dapat memperketat pengawasan terhadap isi surat kabar. Kantor berita Antara pun diambil alih dan diteruskan oleh kantor berita Yashima dan selanjutnya berada dibawah pusat pemberitaan Jepang, yakni Domei.
Wartawan-wartawan
Indonesia pada saat itu hanya bekerja sebagai pegawai, sedangkan yang diberi
pengaruh serta kedudukan adalah wartawan yang sengaja didatangkan dari Jepang.
Pada masa itu surat kabar hanya bersifat propaganda dan memuji-muji pemerintah
dan tentara Jepang.
Sejarah Pers Dunia
Banyak orang yang mengatakan bahwa pers sudah ada
sejak lama. Cikal bakalnya muncul sejak zaman Romawi Kuno (59 SM). Sejumlah
catatan sejarah menyebutnya sebagai Acta Diurna, semacam jurnal yang beritanya
masih ditulis tangan alias tak dicetak.
Sekalipun cikal bakalnya ada di Romawi, koran edisi
cetak sendiri ternyata tak muncul di sana untuk kali pertama. Koran edisi cetak
pertama justru dikenal di Cina, bernama Di Bao (Ti Bao) yang terbit sekitar
tahun 700-an. Tentu, jangan pernah membayangkan bahwa koran itu terlihat bagus
seperti yang kita lihat setiap hari sekarang, sebab Di Bao dicetak dengan
menggunakan balok kayu yang dipahat. Hurufnya aksara Cina. Ahli sejarah sepakat
bahwa Di Bao adalah koran pertama di dunia yang sudah dicetak.
Bentuk koran pada zaman dulu masih sangat sederhana,
masih berupa lembaran berita atau disebut newssheet.
Dari sisi isi, juga lebih banyak berkaitan dengan
dunia bisnis para banker serta pedagang dari Eropa. Termasuk koran berikutnya,
Notize Scritte yang terbit di Venesia, Italia. Saat itu, koran lembaran ini
biasanya banyak dipasang di tempat umum. Namun, untuk membacanya warga harus
membayar 1 gazzeta.
Dari sanalah, konon, muncul istilah gazette yang dalam
perkembangannya diartikan sebagai koran.
Era kebangkitan koran lantas terjadi menyusul penemuan
mesin cetak oleh Johan Gutenbergh pada pertengahan abad XV. Penemuan mesin yang
memudahkan proses produksi ini memicu terbitnya koran-koran di Eropa, sekalipun
prosesnya tak sekaligus.
Awalnya, lembar berita yang terbit tidak teratur dan
memuat cuma satu peristiwa yang saat itu sedang terjadi. Koran berkala muncul
tahun 1609 dengan terbitnya mingguan Avisa Relation oder Zeitung di Jerman.
Berikutnya terbit pula Frankfurter Journal (1615). Sampai kemudian lahir
Leipzeiger Zeitung (1660), juga di Jerman, yang mula-mula mingguan, kemudian
jadi harian. Inilah koran harian pertama di dunia.
Koran lainnya yang kemudian muncul adalah The London
Gazette yang terbit di Inggris tahun 1665. Namun koran yang pertama terbit
secara harian di Inggris adalah The London Daily Courant (1702), disusul The
Times yang terbit sejak abad XVII dan yang pertama kali memakai sistem cetak
rotasi.




Komentar
Posting Komentar